Rangkaian Teori Tentang Persepsi dan Memori

             Persepsi dan memori adalah dua hal yang berkaitan langsung dengan psikologi seseorang. Apalagi jika persepsi seseorang itu sudah mempengaruhi memori kehidupan seseorang itu sendiri. Berikut ini adalah empat teori yang menujukan persepsi menuju memori :



1.     Teori Sigmud Freud

 

Teori ini dikenalkan oleh Sigmud Freud dengan nama asli Sigismund Schlomo Freud yang lahir pada tanggal 6 Mei tahun 1956 yang merupakan ahli saraf dari Austria yang memperkenalkan teori alam bawah sadar manusia. Freud mengatakan bahwa “Kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious) prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious).”

Salah satu teori yang paling terkenal adalah tentang adanya “Alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaki manusia. Perilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya”. Yang  mulai dari sana adanya perkembangan  hingga memunculkan berbagai perilaku lain yang disesuaikan oleh norma dari lingkungan dan juga dari ayahnya.

Freud pernah melakukan suatu praktek utnuk menyembuhkan penderita tekanan psikologis yaitu asosiasi bebas dan analisis mimpi. Yang menyatakan bahwa asosiasi bebas adalah metode untuk mengungkap masalah yang ditekan oleh diri seseorang tetapi terus mendorong keluar secara tidak disadari sehingga menimbulkan permasalahan. Sedangkan analisis mimpi adalah berupa pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar yang sangat mempengaruhi emosi seseorang seperti keinginan, harapan, dan ketakutan.

 

2.     Teori Atensi

 

Teori ini bisa dikenal dengan istilah perhatian dalam kita menangkap suatu memori dalam diri kita untuk selajutnya dipersepsikan. Teori atensi ini menilai bahwa “Setiap orang mempunyai batasan atau kapasitas dalam menangkap dan memahami setiap peristiwa yang ada di depannya dalam ruang waktu”. Teori ini memaparkan bahwa jika ada satu memori yang baru maka memori yang lama akan hilang. Seperti bottleneck yang dalam konteksnya itu didefinisikan bila ada komponen baru maka komponen secara keseluruhan akan merespon secara lambat. Teori-teori ini memberikan penilaian bila manusia memiliki kelemahan dalam fleksibilitas memorinya.

 

3.     Teori Gestalt

 

Untuk teori ini dikenalkan oleh tiga tokoh yaitu Kurt Koffka, Max Wertheimer, dan WolfgangKöhler. Pada teori ini disampaikan bahwa “Proses persepsi terjadi jika dalam pengkajiannya ada pengelompokan atas kesamaan-kesamaan seperti hubungan, pola, bentuk yang berkemiripan lalu menyatu menjadi suatu kesatuan”. Teori ini berupaya menghindari pembagian skema-skema yang kecil agar seseorang lebih mudah dalam melakukan suatu persepsi.

 

4.     Model Atkinson dan Shiffrin

 

Pada tahun 1968, dua tokoh yaitu Atkinson dan Shiffrin menyampaikan suatu kajian mengenai proses pengolahan informasi pada manusia. Mereka berdua menyatakan bahwa proses pengolahan informasi hingga penyimpanan informasi mempunyai tiga tahapan yaitu Sensory Memory, Short-term Memory, Long-term Memory, yaitu ;

a.   Sensory Memory

Setiap informasi yang masuk melalui panca indra kita akan menciptakan suatu persepsi. Karena keterbatasan kemampuan seorang manusia maka banyaknya informasi yang masuk, tidak akan diolah semua. Lalu, informasi yang baru masuk ini disimpan dalam penyimpanan sementara yang disebut Sensory Memory. Durasi dalam penyimpanan ini sangat singkat yaitu ½ sekon.

 

b.   Short-term Memory

Informasi yang didapatkan ini berdasarkan stimulus yang diperoleh dari lingkungannya. Durasi dari Short-term Memory ini adalah 15-20 sekon. Dan jika informasi ini diingat berulang-ulang maka durasinya bisa sampai 20 menit. Memori yang disimpan ini akan hilang perlahan-lahan bilamana memori ini sudah tidak diperlukan lagi.

 

c.   Long-term Memory

Penyimpanan informasi ini memiliki durasi yang paling lama dibandingkan dua fase sebelumnya. Fase ini bisa menyimpan sebuah memori informasi secara permanen alias seumur hidup. Memori ini bisa saja masih disimpan walaupun sudah tidak dibutuhkan lagi. Kapasitas penyimpanan ini bisa dibilang tak terbatas yang artinya setiap orang tidak akan pernah kekurangan ruang untuk menyimpan sebuah memori.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kognisi Seorang Manusia

Pengaruh Proses Pengindraan Terhadap Daya Ingat dari Komponen Multimedia Pembelajaran Terhadap Anak Sekolah Dasar